Buku Manajemen Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal untuk Membangun Karakter, Kolaborasi, dan Inovasi Sekolah Masa Depan hadir sebagai jawaban atas tantangan globalisasi dan digitalisasi yang mengancam identitas budaya generasi muda. Di tengah arus homogenisasi global yang berpotensi memicu epistemicide yaitu punahnya sistem pengetahuan asli, sekolah dituntut tidak hanya mencetak lulusan yang cakap secara teknis, tetapi juga kokoh secara karakter dan kepribadian. Melalui kolaborasi gagasan dari para akademisi dan praktisi pendidikan, buku ini membedah secara komprehensif bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai luhur daerah ke dalam sistem pengelolaan sekolah. Pembahasan di dalamnya mencakup reorientasi kurikulum, kepemimpinan transformasional kepala sekolah yang responsif budaya, peran guru sebagai penafsir tradisi, hingga praktik baik (best practices) pengelolaan program sekolah yang partisipatif dan deliberatif. Buku ini menawarkan perspektif segar mengenai pemanfaatan teknologi digital, seperti digital storytelling dan etnosains, sebagai instrumen untuk menghidupkan kembali kearifan lokal. Karya ini menegaskan bahwa sekolah masa depan harus bertumpu pada tanah tempatnya berpijak. Buku ini menjadi referensi teoritis sekaligus panduan praktis yang esensial bagi kepala sekolah, guru, pengelola lembaga, serta pemangku kebijakan pendidikan dalam mewujudkan ekosistem sekolah yang unggul secara akademik dan kaya secara kultural.